Sabtu, 14 Februari 2009

Siswa Kursus Dibekali Pemahaman Teknologi CDMA


Jakarta - Wall Street Institute, lembaga kursus Bahasa Inggris, coba memberi pemahaman terhadap siswanya mengenai perbedaan layanan seluler dan telepon tetap nikabel berbasis fixed wireless access (FWA) di teknologi Code Division Multiple Access (CDMA). "Itu sebabnya kami mengajak Mobile-8 Telecom untuk menjelaskan. Sebab, cuma mereka operator berbasis CDMA yang punya kedua layanan itu," ujar Grace Chandra, Head of Marketing Wall Street Institute Indonesia, kepada detikINET, Rabu (11/2/2009). Edukasi yang dilakukan Wall Street terhadap siswanya dalam Social Club ini memang rutin dilakukan. Kebetulan tema yang dibawakan kali ini mengenai perbedaan seluler dan FWA di CDMA. Mobile-8 diwakili oleh Ario Saptomo, Product Manager Fren Prepaid, menjelaskan sejarah awal berkembangnya CDMA di Indonesia. Tak luput, ia juga menjelaskan keunggulan yang ditawarkan oleh teknologi CDMA, layanannya, dan hal lain yang berkaitan. "Kami ingin memberikan pemahaman yang baik mengenai teknologi CDMA beserta kemampuannya memberikan layanan selular dan juga FWA yang punya mobilitas terbatas. Dengan demikian kami harap masyarakat lebih dapat cermat dan bijak menentukan layanan komunikasi yang tepat bagi mereka," imbuh Yolanda Nainggolan, Head of Corporate Communications Mobile-8. Alvin Samuel, salah seorang siswa Wall Street di Pondok Indah Mall 1, mengaku mendapatkan manfaat dari edukasi yang dijelaskan Mobile-8. "Penjelasan yang disampaikan Mobile-8 membuat saya jadi lebih paham tentang industri telekomunikasi, khususnya layanan CDMA di Indonesia. Saya jadi mengetahui perbedaan antara selular dan FWA," cetus Alvin. ( rou / fyk ) Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Senin, 09 Februari 2009

PONSEL GARMIN-ASUS NUVIFONE G60

Perusahaan navigasi satelit Garmin Ltd dan perusahaan komputer ngetop di Asia, ASUSTek Computer Inc secara resmi mengumumkan produk hasil kolaborasi mereka, seperti yang dilaporkan oleh PCMag, Kamis (5/2/2009) kemarin, CEO Garmin Cliff Pemble mengatakan:

“Kami berada di dua industri yang berbeda. Namun perbedaan itu akan kami satukan melalui sebuah ponsel cerdas yang kami lengkapi dengan teknologi pencari lokasi (GPS)” .

Garmin dan Asus menolak jika proses kerja sama ini disebut sebagai joint venture atau merger kedua perusahaan. Menurut keduanya, ini hanyalah sebatas kerja sama dengan sistem bagi hasil. Garmin masih akan tetap fokus di industri software GPS dan Asus juga masih akan memproduksi perangkat-perangkat komputer.

nuvifone

Ponsel Nuvifone Asus Garmin

Produk Garmin-Asus yang pertama adalah sebuah ponsel cerdas yang diberi embel-embel Nuvifone G60. Ponsel cerdas ini merupakan ponsel cerdas yang didukung dengan sistem dan teknologi GPS. Ponsel ini sebenarnya telah diperkenalkan awal tahun 2008 lalu akan tetapi tertunda terus sampai Kuarter pertama tahun. Ini terlihat bagus untuk menambah persaingan ranking ponsel cerdas semakin marak.

nuvifone-g60-4

Dipersenjatai dengan sistem GPS, 3,5 Inchi layar sentuh, Bluetooth, dan Wi-Fi produk ini kelihatanya menarik dan canggih. Nuvifone akan berjalan pada jaringan GSM. Selain dilengkapi fitur GPS, mereka juga akan menambahkan fitur aplikasi jejaring sosial Ciao! Yang menjembatani celah diantara jejaring sosial basis multi lokasi dan mengintegrasikannya menjadi satu perangkat. Termasuk fitur foto Panoramio, informasi trafik, cuaca, pencarian alamat perusahaan dan kemampuan web browser.

Nuvifone G60 diharapkan dapat beredar pada tengah tahun pertama 2009. informasi lebih lanjut mengenai Nuvifone G60 akan dirilis pada Mobile World Congress, di Barcelona. Spanyol pada 16 – 19 Pebruari 2009.

Categories: Ponsel
Tags: , , , ,

Memori Terkecil di Dunia dari Qimonda

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

qimondaMeski Qimonda minggu lalu dikabarkan mengalami kebangkrutan, akan tetapi sampai keputusan akhir mereka masih berkonsentrasi terhadap struktur masa depan perusahaan tersebut. Produsen DRAM dari Jerman ini berusaha untuk meneruskan bisnis mereka seperti biasanya.

Minggu ini mereka mencoba untuk kembali memperkenalkan produk baru mereka, modul memori DDR3 2GB terkecil didunia. DRAM ini berbasis teknologi Buried Worldline 46nm, yang dikembangkan oleh Qimonda.

Memori DDR3 DRAM 2GB ini berbasis pada teknologi Qimonda 46nm Buried Wordline yang memiliki ukuran tetap kurang dari 55mm persegi. Teknologi tersebut diterjemahkan kedalam peningkatan dalam produktivitas secara signifikan dibandingkan dengan teknologi saat ini. Qimonda berniat untuk memulai produksi komersil untuk produk barunya ini pada tengah tahun 2009 ini. Dan secara aktif menjari partner untuk menyokong dana dan mewujudkan rencana ini.

qimonda_ddr3-memory

Baru-baru ini Intel Corporation memberikan penghargaan kepada Qimonda yang telah memimpin teknologi DDR3.

Teknologi 46nm Qimonda akan melipatkan gandakan jumlah chip setiap wafer (setiap keping) dan dibandingkan dengan teknologi terakhir yaitu 75nm. Pada saat yang sama, chip tersebut diharapkan dapat secara signifikan mengurangi konsumsi daya sampai 75% pada modul DDR3 high-density. Teknologi baru ini merupakan platform yang cocok untuk mendorong konversi pasar dari teknologi DDR2 ke DDR3 yang diprediksikan pada tengah tahun ini.

Kita tunggu saja, kehadiran teknologi memori terkecil didunia ini masuk ke pasar Indonesia dalam waktu dekat.

Categories: Hardware Komputer
Tags: , ,

Kamis, 05 Februari 2009

PENJUALAN PONSEL CERDAS MENCAPAI 300 JUTA DOLLAR



Lagi-lagi ponsel cerdas akan membanjiri teknologi mobile di Indonesia. Terbukti dengan dilakukannya analisa pasar memperkirakan pertumbuhan pasar ponsel cerdas yang terus naik menjadi 95%. Seperti yang dikabarkan oleh TechRadar, para analis pasar di Juniper percaya bahwa penjualan ponsel cerdas akan meningkat lebih dari 300 juta dollar US pada tahun 2013.

Meskipun industri perangkat mobile sedang berjuang melawan kemerosotan kredit mereka, dengan ramalan dapat direvisi segera sesudah ekonomi nelemah, Juniper percaya bahwa penjualan ponsel high-end akan menjadi faktor utama dalam masa pemulihan.

Laporan menganjurkan bahwa penjualan ponsel cerdas akan meningkat secara besar-besaran menembus angka 95% atau mencapai 300 Juta Dollar antara sekarang sampai 2013, menangkap peluang 23% dari seluruh pasar ponsel.

Permintaan Akses Web

Suatu kewajaran yang kasat mata, Juniper juga memberikan nasehat bahwa hal tersebut merupakan permintaan untuk ponsel yang dapat mengakses web yang dapat mengarahkan popularitasnya.

Kita dapat melihat kedepan, bentuk dari perangkat generasi berikutnya kebanyakan akan dipimpin oleh content dan software dari pada hardware, vendor seperti Nokia akan berusaha membuat perangkat mereka menjadi highly-personalised, dan mengakar dengan kuat pada lingkungan online (internet).

Sumber, www.beritateknologi.com