Jumat, 30 Januari 2009

SEJARAH FRAGRANS


Fragrans, atau aroma wewangian, memiliki sejarah panjang bahkan sudah berlangsung ribuan tahun yang lalu. Di zaman sebelum masehi (SM), fragrans muncul dalam bentuk kemenyan yang diekstrak dari tumbuhan.

Bangsa Mesir kuno, termasuk Sang Ratu Cleopatra, juga memakai wewangian dalam acara ritual penguburan. Fragrans juga menjadi simbol status sosial bagi sipemakainya. Sama seperti sekarang ini, ketika orang-orang memakai wewangian mahal dianggap sebagai kalangan the have.

Orang-orang Yunani kuno juga percaya, wewangian mampu menjadi media kontak dengan dewa-dewi mereka. Orang Romawi memikat lawan jenisnya dengan wewangian. Namun, menyusul runtuhnya Kekaisaran Romawi pada abad pertengahan, fragrans dipakai untuk menutupi bau busuk penyakit.

Sebagai kaum muslim di Indonesia mengenal aneka parfum dari Tanah Arab, yang biasa digunakan untuk shalat. Ternyata minyak inilah yang menjadi embrio kelahiran berbagai jenis fragrans di masyarakat Eropa. Orang-orang Eropa memang mempelajari proses penyulingan minyak esensial menjadi wewangian dari Timur Tengah. Tak heran jika fragrans mencapai masa keemasannya pada abad ke-16. Banyak orang belajar sekaligus mengagumi khasiat fragrans sebagai pengharum.

Pada akhir abad ke-18, Perancis mulai memperkenalkan parfum dari bahan sintetis. Sejak itu pula Perancis dikenal sebagai pusat parfum dunia. (Sumber: Suara Merdeka, 27 November 2007)

Minggu, 25 Januari 2009

BUKU PANDUAN HIDUP DI MARS


Membangun koloni di Mars sudah lama menjadi obsesi para ilmuwan. Banyak pula film fiksi ilmiah yang mengambil setting kehidupan di planet merah itu. Eksplorasi terhadap planet Mars memang banyak kemajuan. Bahkan baru-baru ini, para ilmuwan menemukan bukti baru keberadaan air di planet itu. Meski demikian, masih perlu penelitian panjang sebelum bisa dipastikan bahwa manusia bisa hidup di planet merah itu. Mungkin puluhan atau ratusan tahun lagi , manusia bisa membangun koloni di luar angkasa. Meski demikian, buku-buku petunjuk hidup di Mars mulai bermunculan. Salah satunya yang berjudul How To Living on Mars: A Trusty Guidebook to Surviving and Thriving on The Red Planet karya Dr Robert Zubrin. Buku yang lainnya diantaranya How To Live On Mars karya Taylor Dinerman dan The Holy Land oleh Robert Zubrin. Buku How To Live on Mars tersedia dalam versi cetak tebal 224 halaman dan digital e-book. Harga jual sekitar 13-15 dollar Amerika Serikat ( sekitar Rp 117.000-135.000 ). Belum jelas seberapa laris buku yang futuristik itu karena baru beredar sejak pertengahan Desember 2008. Meski terkesan mengada-ada, buku ini menyajikan pengetahuan yang menarik mengenai planet yang mungkin suatu saat akan menjadi habitat manusia bumi. (Sumber, Harian Suara Merdeka 12 Januari 2009, hal. M)

PENGARUH PERUBAHAN LINGKUNGAN TERHADAP MUTU KEHIDUPAN


Penelitian tentang pengaruh atas dampakbanjir musiman, zona industri di kawasan Tugu dipandang konsusif bagi para investor. perubahan kondisi lingkungan terhadap mutu kehidupan sangat penting dilakukan. Hal itu karena pembangunan yang sudah, sedang, dan akan berlangsung tidak bisa dilepaskan dari perencanaan dan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Pembangunan adalah kenyataan yang harus berorientasi pada konsep-konsep yang seharusnya.

Secara singkat, pengaruh perubahan lingkungan terhadap mutu kehidupan pernah digambarkan secara positif oleh G Kartasapoetra(1985). Menurutnya, perubahan kondisi lingkungan karena industri. Dimana industri ini bisa menimbulkan beberapa hal positif diantaranya menawarkan lapangan kerja, penyediaan produk bagi masyarakat, dan meningkatkan pendapatan daerah. Sedangkan untuk dampak negatif dari adanya industri sebagaimana telah dijelaskan oleh Sastrawijaya (2000: 45) adalah pencemaran lingkungan, eksploitasi sumberdaya alam, dan eksploitasi sumberdaya manusia.

Bisa dicontohkan kondisi di zona industri Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah. Dan daerah-daerah sekitar kota Semarang yang dekat dengan kawasan industri. Kendati ada pertambahan industri yang tergolong lambat, kecamatan Tugu merupakan model wilayah yang memiliki kemiripan dengan kota-kota lain di Indonesia. Hal itu karena dibanding zona-zona industri lain seperti di kawasan Genuk yang sering kali terkena dampak rob atau banjir musiman, Tugu merupakan wilayah yang dipandang konsusif bagi para investor.

Sabtu, 24 Januari 2009

KOMPUTER DARI YUNANI KUNO


Gates boleh bangga, perangkat lunak Windows ciptaanya menimbulkan recolusi teknologi informasi. Dunia juga perlu berterima kasih kepada Howard Hathaway Aiken, ilmuwan yang pertama kali membuat komputer.

Namun, jauh sebelum manusia modern mengenal "mesin berpikir", ahli filsafat Aristoteles telah membuat komputer untuk menghitung peredaran bintang. "Komputer" dari kayu yang diberi nama Antkytera itu ditemukan oleh para ahli arkeologi satu abad silam. Saat itu para penyelam di kepulauan Aegean, Yunani tengah menelusuri lokasi tenggelamnya kapal kuno yang diduga milik raja Romawi. Beragam benda antik yang ditemukan oleh para ahli arkeolog tersebut.
Termasuk kayu berbentuk bulat itu. Namun para ilmuwan tak mengira, jika benda itu merupakan "komputer".


Bentuknyapun mirip jam dinding, bulat dengan banyak jarum yang digerakkan mesin mekanis. Benda yang memiliki tingkat kerumitan yang sangat tinggi itu sekarang disimpan di museum National Archaelogical Athena.

MATEMATIKA UNTUK BERMUSIK


Para guru tak perlu lagi bingung jika siswanya bertanya untuk apa belajar matematika. Selama ini, materinya yang abstrak membuat sebagian siswa beranggapan matematika tak bisa di terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Wajar jika mayoritas murid tidak suka mempelajari ilmu yang melulu mencari besarnya nilai "x".

Namun penelitian yang dilakukan oleh Daniel Ansari dari University of Western Ontario London, Canada berhasil membuktikan, belajar matematika menambah kecerdasan.
Sudah lama matematika diklaim berdaya guna meningkatkan kemampuan otak dalam hal abstraksi, logika, dan struktur. Anshari juga menambahkan, matematika juga bisa meningkatkan kecerdasan pada bidang bahasa dan musik.

Menurutnya, saat belajar matematika, beberapa belahan otak yang berhubungan dengan kemampuan menerjemahkan simbol menjadi lebih aktif. Pada anak-anak, hal itu ditangani bagian yang disebut "prefrontal cortex". Adapun pada orang dewasa belajar matematika mengembangkan bagian otak yang disebut "left superior temporal gyrus"