
Sabtu, 14 Februari 2009
Siswa Kursus Dibekali Pemahaman Teknologi CDMA

Senin, 09 Februari 2009
PONSEL GARMIN-ASUS NUVIFONE G60
Perusahaan navigasi satelit Garmin Ltd dan perusahaan komputer ngetop di Asia, ASUSTek Computer Inc secara resmi mengumumkan produk hasil kolaborasi mereka, seperti yang dilaporkan oleh PCMag, Kamis (5/2/2009) kemarin, CEO Garmin Cliff Pemble mengatakan:
“Kami berada di dua industri yang berbeda. Namun perbedaan itu akan kami satukan melalui sebuah ponsel cerdas yang kami lengkapi dengan teknologi pencari lokasi (GPS)” .
Garmin dan Asus menolak jika proses kerja sama ini disebut sebagai joint venture atau merger kedua perusahaan. Menurut keduanya, ini hanyalah sebatas kerja sama dengan sistem bagi hasil. Garmin masih akan tetap fokus di industri software GPS dan Asus juga masih akan memproduksi perangkat-perangkat komputer.

Ponsel Nuvifone Asus Garmin
Produk Garmin-Asus yang pertama adalah sebuah ponsel cerdas yang diberi embel-embel Nuvifone G60. Ponsel cerdas ini merupakan ponsel cerdas yang didukung dengan sistem dan teknologi GPS. Ponsel ini sebenarnya telah diperkenalkan awal tahun 2008 lalu akan tetapi tertunda terus sampai Kuarter pertama tahun. Ini terlihat bagus untuk menambah persaingan ranking ponsel cerdas semakin marak.

Dipersenjatai dengan sistem GPS, 3,5 Inchi layar sentuh, Bluetooth, dan Wi-Fi produk ini kelihatanya menarik dan canggih. Nuvifone akan berjalan pada jaringan GSM. Selain dilengkapi fitur GPS, mereka juga akan menambahkan fitur aplikasi jejaring sosial Ciao! Yang menjembatani celah diantara jejaring sosial basis multi lokasi dan mengintegrasikannya menjadi satu perangkat. Termasuk fitur foto Panoramio, informasi trafik, cuaca, pencarian alamat perusahaan dan kemampuan web browser.
Nuvifone G60 diharapkan dapat beredar pada tengah tahun pertama 2009. informasi lebih lanjut mengenai Nuvifone G60 akan dirilis pada Mobile World Congress, di Barcelona. Spanyol pada 16 – 19 Pebruari 2009.
Memori Terkecil di Dunia dari Qimonda
By Syahroni Wahyu on February 8th, 2009




(No Ratings Yet)
Meski Qimonda minggu lalu dikabarkan mengalami kebangkrutan, akan tetapi sampai keputusan akhir mereka masih berkonsentrasi terhadap struktur masa depan perusahaan tersebut. Produsen DRAM dari Jerman ini berusaha untuk meneruskan bisnis mereka seperti biasanya.
Minggu ini mereka mencoba untuk kembali memperkenalkan produk baru mereka, modul memori DDR3 2GB terkecil didunia. DRAM ini berbasis teknologi Buried Worldline 46nm, yang dikembangkan oleh Qimonda.
Memori DDR3 DRAM 2GB ini berbasis pada teknologi Qimonda 46nm Buried Wordline yang memiliki ukuran tetap kurang dari 55mm persegi. Teknologi tersebut diterjemahkan kedalam peningkatan dalam produktivitas secara signifikan dibandingkan dengan teknologi saat ini. Qimonda berniat untuk memulai produksi komersil untuk produk barunya ini pada tengah tahun 2009 ini. Dan secara aktif menjari partner untuk menyokong dana dan mewujudkan rencana ini.

Baru-baru ini Intel Corporation memberikan penghargaan kepada Qimonda yang telah memimpin teknologi DDR3.
Teknologi 46nm Qimonda akan melipatkan gandakan jumlah chip setiap wafer (setiap keping) dan dibandingkan dengan teknologi terakhir yaitu 75nm. Pada saat yang sama, chip tersebut diharapkan dapat secara signifikan mengurangi konsumsi daya sampai 75% pada modul DDR3 high-density. Teknologi baru ini merupakan platform yang cocok untuk mendorong konversi pasar dari teknologi DDR2 ke DDR3 yang diprediksikan pada tengah tahun ini.
Kita tunggu saja, kehadiran teknologi memori terkecil didunia ini masuk ke pasar Indonesia dalam waktu dekat.
Kamis, 05 Februari 2009
PENJUALAN PONSEL CERDAS MENCAPAI 300 JUTA DOLLAR


Meskipun industri perangkat mobile sedang berjuang melawan kemerosotan kredit mereka, dengan ramalan dapat direvisi segera sesudah ekonomi nelemah, Juniper percaya bahwa penjualan ponsel high-end akan menjadi faktor utama dalam masa pemulihan.
Laporan menganjurkan bahwa penjualan ponsel cerdas akan meningkat secara besar-besaran menembus angka 95% atau mencapai 300 Juta Dollar antara sekarang sampai 2013, menangkap peluang 23% dari seluruh pasar ponsel.
Permintaan Akses Web
Suatu kewajaran yang kasat mata, Juniper juga memberikan nasehat bahwa hal tersebut merupakan permintaan untuk ponsel yang dapat mengakses web yang dapat mengarahkan popularitasnya.
Kita dapat melihat kedepan, bentuk dari perangkat generasi berikutnya kebanyakan akan dipimpin oleh content dan software dari pada hardware, vendor seperti Nokia akan berusaha membuat perangkat mereka menjadi highly-personalised, dan mengakar dengan kuat pada lingkungan online (internet).
Categories: Ponsel
Tags: 2013, ponsel cerdas, sales, smartphone
Jumat, 30 Januari 2009
SEJARAH FRAGRANS

Bangsa Mesir kuno, termasuk Sang Ratu Cleopatra, juga memakai wewangian dalam acara ritual penguburan. Fragrans juga menjadi simbol status sosial bagi sipemakainya. Sama seperti sekarang ini, ketika orang-orang memakai wewangian mahal dianggap sebagai kalangan the have.
Orang-orang Yunani kuno juga percaya, wewangian mampu menjadi media kontak dengan dewa-dewi mereka. Orang Romawi memikat lawan jenisnya dengan wewangian. Namun, menyusul runtuhnya Kekaisaran Romawi pada abad pertengahan, fragrans dipakai untuk menutupi bau busuk penyakit.
Sebagai kaum muslim di Indonesia mengenal aneka parfum dari Tanah Arab, yang biasa digunakan untuk shalat. Ternyata minyak inilah yang menjadi embrio kelahiran berbagai jenis fragrans di masyarakat Eropa. Orang-orang Eropa memang mempelajari proses penyulingan minyak esensial menjadi wewangian dari Timur Tengah. Tak heran jika fragrans mencapai masa keemasannya pada abad ke-16. Banyak orang belajar sekaligus mengagumi khasiat fragrans sebagai pengharum.
Pada akhir abad ke-18, Perancis mulai memperkenalkan parfum dari bahan sintetis. Sejak itu pula Perancis dikenal sebagai pusat parfum dunia. (Sumber: Suara Merdeka, 27 November 2007)
Minggu, 25 Januari 2009
BUKU PANDUAN HIDUP DI MARS

Membangun koloni di Mars sudah lama menjadi obsesi para ilmuwan. Banyak pula film fiksi ilmiah yang mengambil setting kehidupan di planet merah itu. Eksplorasi terhadap planet Mars memang banyak kemajuan. Bahkan baru-baru ini, para ilmuwan menemukan bukti baru keberadaan air di planet itu. Meski demikian, masih perlu penelitian panjang sebelum bisa dipastikan bahwa manusia bisa hidup di planet merah itu. Mungkin puluhan atau ratusan tahun lagi , manusia bisa membangun koloni di luar angkasa. Meski demikian, buku-buku petunjuk hidup di Mars mulai bermunculan. Salah satunya yang berjudul How To Living on Mars: A Trusty Guidebook to Surviving and Thriving on The Red Planet karya Dr Robert Zubrin. Buku yang lainnya diantaranya How To Live On Mars karya Taylor Dinerman dan The Holy Land oleh Robert Zubrin. Buku How To Live on Mars tersedia dalam versi cetak tebal 224 halaman dan digital e-book. Harga jual sekitar 13-15 dollar Amerika Serikat ( sekitar Rp 117.000-135.000 ). Belum jelas seberapa laris buku yang futuristik itu karena baru beredar sejak pertengahan Desember 2008. Meski terkesan mengada-ada, buku ini menyajikan pengetahuan yang menarik mengenai planet yang mungkin suatu saat akan menjadi habitat manusia bumi. (Sumber, Harian Suara Merdeka 12 Januari 2009, hal. M)
PENGARUH PERUBAHAN LINGKUNGAN TERHADAP MUTU KEHIDUPAN

Secara singkat, pengaruh perubahan lingkungan terhadap mutu kehidupan pernah digambarkan secara positif oleh G Kartasapoetra(1985). Menurutnya, perubahan kondisi lingkungan karena industri. Dimana industri ini bisa menimbulkan beberapa hal positif diantaranya menawarkan lapangan kerja, penyediaan produk bagi masyarakat, dan meningkatkan pendapatan daerah. Sedangkan untuk dampak negatif dari adanya industri sebagaimana telah dijelaskan oleh Sastrawijaya (2000: 45) adalah pencemaran lingkungan, eksploitasi sumberdaya alam, dan eksploitasi sumberdaya manusia.
Bisa dicontohkan kondisi di zona industri Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah. Dan daerah-daerah sekitar kota Semarang yang dekat dengan kawasan industri. Kendati ada pertambahan industri yang tergolong lambat, kecamatan Tugu merupakan model wilayah yang memiliki kemiripan dengan kota-kota lain di Indonesia. Hal itu karena dibanding zona-zona industri lain seperti di kawasan Genuk yang sering kali terkena dampak rob atau banjir musiman, Tugu merupakan wilayah yang dipandang konsusif bagi para investor.